Top Ad 970x90

Dinamika Syi'ar Islam di Korea Selatan

by
Dinamika Syi'ar Islam di Korea Selatan
Republik Korea, atau yang lebih dikenal dengan Korea Selatan, mencakup bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara berbatasan dengan Korea Utara (Korea Selatan & Korea Utara pernah bersatu hingga tahun 1948).

Sedangkan di bagian barat berbatasan dengan Laut Kuning, Jepang, yakni berada di seberang Laut Jepang atau disebut 'Laut Timur' oleh orang Korea, serta selat Korea yang berada di bagian Tenggara. Sedangkan Ibukota Korea Selatan adalah Seoul.


Awal Masuknya Islam

Kehadiran Islam dapat diverifikasi di Korea berawal dari abad ke-9 selama periode Silla Bersatu, bersama dengan datangnya para pedagang dan navigator asal Persia dan Arab.

Menurut geografer di kalangan muslim, termasuk Ibnu Khurdadhbih (seorang penjelajah dan ahli geografi muslim Persia abad ke-9), bahwa banyak dari mereka yang tinggal menetap di Korea, dan membangun pemukiman muslim. Beberapa catatan menunjukkan bahwa banyak dari pemukim berasal dari Irak. Pada gilirannya, mereka pun menikah dengan wanita Korea.

Hubungan perdagangan antara dunia

Islam dan semenanjung Korea dilanjutkan oleh Kerajaan Goryeo sampai pada abad ke-15 Masehi. Akibatnya, sejumlah pedagang Muslim dari Timur Dekat dan Asia Tengah menetap di Korea, menikah dan berketurunan di sana. Setidaknya, satu klan utama Korea, keluarga Chang yang menetap di desa Toksu mengklaim bahwa keturunannya berasal dari keluarga Muslim. Beberapa Muslim Hui dari Cina juga tampaknya telah tinggal di Kerajaan Goryeo.

Pada 1154 Masehi, Korea termasuk dalam peta dunia seorang geografer Arab, Muhammad al-Idrisi, Tabula Rogeriana. Peta tertua dunia Korea, Kangnido, menarik pengetahuan dari Kawasan Barat dari karya geografi Islam. Kontak kecil dengan masyarakat mayoritas Muslim, khususnya Uighur, berjalan terus dan semakin dekat.

Satu kata untuk Islam dalam bahasa Korea, Hoegyo berasal dari Huihe nama bahasa Tionghoa tua untuk Uighur. Setidaknya dua orang Uighur tinggal di Korea saecara menetap dan menjadi nenek moyang dari dua klan Korea.

Selain itu, pada periode awal Joseon, penanggalan IsIam sudah berfungsi sebagai dasar untuk kalender yang lebih akurat dari kalender Cina yang ada. Penerjemahan Korea dari Huihui Lifa, sebuah teks yang memadukan astronomi Cina dengan astronomi Islam, dipelajari di Korea di bawah Dinasti Joseon pada masa Sejong yang Agung pada ahad ke-15. Tradisi astronomi Cina-Islam bertahan di Korea sampai awal abad ke-19. Namun, karena isolasi politik dan geografis Korea selama periode Joseon, Islam sempat menghilang di Korea dan diperkenalkan kembali pada abad ke-20.

Islam diperkenalkan ke Korea oleh Brigade Turki yang datang untuk membantu Korea selama perang. Sejak itu, Islam terus tumbuh di Korea dan diadopsi oleh kalangan penduduk asli Korea yang cukup signifikan.

Islam diperkenalkan ke Korea oleh Brigade Turki yang datang untuk membantu Korea selama perang. Sejak itu, Islam terus tumbuh di Korea dan diadopsi oleh kalangan penduduk asli Korea yang cukup signifikan.

Seoul Central Mosque

Seoul Central Mosque adalah masjid pertama di Korea Selatan adalah Seoul Central Masjid and Islamic Center yang berada di kota Itaewon. Arsitekturnya yang khas itu membuat wisatawan akan dengan mudah mengenali masjid ini. Di pintu utama terdapat tulisan 'Allahu Akbar' yang cukup besar. 


Masjid itu juga dikatakan satu-satunya masjid kota yang jika hujan tiba berubah menjadi kota sejuta payung. Bagi warga setempat dan non muslim, masjid ini merupakan titik destinasi wisata karena keindahan arsitekturnya.

Kaum muslimin yang tinggal di Seoul lebih mengenal sebagai Masjid Itaewon. Masjid Itaewo selalu penuh setiap hari Jumat, tidak kurang dari 500 Jamaah shalat Juma’t dari dalam Masjid sampai hingga ke halaman Masjid. Setelah shalat Juma’t, biasanya banyak orang berkelompok sesuai dengan kebangsaannya (para mahasiswa dari Indonesia atau Malaysia yang jumlahnya lebih dominan dibandingkan dengan para mahasiswa Muslim dari Negara lainnya).

Cecep Syamsul Hari dalam situs koreana.or.kr menjelaskan setiap hari Juma’t, wajah-wajah Muslim dari kalangan imigran asal Asia Tenggara dan Timur Tengah, dan komunitas Muslim asli warga Seoul ini mudah ditemukan di Masjid Itaewon dan sekitarnya. Adapun khutbah jurmat disampaikan dalam tiga bahasa, dan tiga khatib yang bergiliran menyampaikan. Satu orang berasal dari Pakistan, seorang dari Indonesia, dan yang lainnya Korea sendiri.

Khutbah pertama menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. khutbah kedua disampaikan yang isinya dalam bahasa Korea. "Khutbah dalam tiga bahasa itu betul-betul sangat mem-bantu jamaah shalat Juma’t. Apalagi pengurus masjid menyediakan buletin gratis yang berisi khutbah dalam tiga bahasa itu," tandasnya.

Mushala di Kampus-kampus

Pada tahun 2010, Universitas Kookmin telah membangun tempat ibadah untuk Muslim berukuran 40 meter persegi. Ruang ibadah tersebut untuk 86 siswa dari negara-negara Muslim yang belajar di sana di bawah nama Saudi Club.


Begitupun dengan Kyung Hee University, ia menyediakan ruang doa untuk sekitar 60 siswa Muslim. Sementara itu, Sungkyunkwan University baru membangun sebuah ruang doa khusus di asramanya pada tahun 2013, yang digunakan oleh sekitar 170 siswa dari negara-negara Muslim.

Setelah Korean Wave mencoba merekrut mahasiswa dari negara-negara Universitas Korea juga melakukan upaya untuk memenang-kan hati umat Islam. Selain itu, Universitas Sejong juga mulai menyediakan tempat ibadah bagi mahasiswa Muslim di ruang bawah tanah asrama dan menyediakan menu makanan halal.

Seorang warga Pakistan yang bekerja pada gabungan guru dan program doktor dalam studi konten digital di Sejong University, Aslan seperti dilansir OnIslam (14/5) mengatakan dengan disediakan tempat ibadah maka ia dan 50 mahasiswa Muslim di Univeisitas dapat melakukan ibadah secara damai dan bebas lima kali sehari.

Mengadaptasi Sistem Halal UEA

Korea Selatan akan mengadaptasi sistem halal Uni Emirat Arab (UEA) yang diharapkan bisa menjadi katalis perdagangan produk hewan. "Program sistem sertifikasi halal UEA akan dikenalkan di Korea Selatan. Kami harap produk-produk Korea Selatan akan makin populer di UEA," ungkap Duta Besar Korea Selatan untuk UEA Kwon Hae-ryong seperti dikutip The National, Selasa (1/9).

Korea Selatan bahkan membuka Kantor Pusat Perdagangan Agro Korea di Abu Dhabi. Kantor ini akan bertukar informasi mengenai sertifikasi halal dengan Otoritas Standardisasi dan Metrologi Emirat (Esma). "Perdagangan kedua negara sangat intensif. Permintaan produk-produk Korea Selatan juga meningkat dari tahun ke tahun," kata Presiden CEO Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation Kim Jae-soo.

Wisata Halal di Korsel

Pada 2014 Negeri Ginseng berhasil mencapai jumlah pengunjung 1.4 juta wisatawan, sebanyak 750 ribu di antaranya adalah Muslim. Tingginya minat Muslim yang berwisata ke Korsel mem-buat negara itu terus berbenah, salah satunya menghadirkan restoran halal.

Pada 2017 nanti Korsel mengincar sekitar 20 juta wisatawan Muslim untuk berkunjung ke negara itu. Korea Selatan pun terus berupaya menarik perhatian wisatawan Muslim dari berbagai negara di dunia. Karenanya, mulai tahun 2016 kota metropolitan di Korsel akan memiliki restoran masakan Korea yang bersertifikat halal. Saat Korsel baru memiliki lima restoran halal bersertifikat.

Restoran baru akan dibuka di Daegu dan akan menjadi restoran kedua yang menawarkan menu halal Korea, setelah satu resto di kawasan Itaewon, Seoul. "Kami melihat beberapa Muslim Korea juga tertarik membuka restoran halal Korea," kata seorang pejabat kota, beberapa waktu lalu, seperti dikutip laman Muslim Village.
Pemerintah kota pun menyambut hangat rencana tersebut. Restoran di Daegu itu berencana mendapatkan sertifikasi halal dari Malaysia. Menu Korea di restoran ini, termasuk bulgogi, bibimbap, dan ikan bakar.

"Kami berencana mendukung pembukaan restoran halal tahun depan dengan memberikan bantuan dana dan dukungan lainnya kepada mereka, "katanya. Menurutnya, ada tiga pemasok bahan makanan yang juga akan membuka tempat di restoran tersebut.

Jumrah.com
 

Rekam Jejak Kerajaan Islam di Asia Tenggara

by
Rekam Jejak Kerajaan Islam di Asia Tenggara
Penyebaran Islam di wilayah Asia Tenggara ditandai dengan berdirinya kesultanan Islam di kawasan ini. Sejarah perkembangan kesultanan Islam di Asia Tenggara tidak lepas dari kepentingan perdagangan dan syiar agama yang dibawa oleh para saudagar dan ulama muslim dari Asia Barat, sejak abad ke 13 Masehi.

Jejak-jejak Islam di Asia Tenggara diawali pada abad ke-13. Islam menyebar ke berbagai wilayah di Asia Tenggara tidak secara bersamaan tetapi melalui rangkaian sejarah yang panjang. Kala itu Kerajaan-kerajaan dan wilayah ini berada dalam situasi politik dan kondisi sosial budaya yang berbeda-beda. Namun masuknya Islam memberi pengaruh yang sangat besar, bahkan hingga hari ini.

> ABAD KE 13 MASEHI

Kesultanan Samudera Pasai
Berdirilah Kesultanan Samudera Pasai, kesultanan Islam pertama di Nusantara yang berlangsung pada abad ke 13-15. Terletak di Aceh Utara, sebagai jalur laut dan perdagangan yang strategis di kawasan Nusantara.

Para pedagang muslim asal Arab, Cina dan India memasuki daerah ini untuk berdagang dan menyebar-kan Islam. Kesultanan Samudera Pasai mendapat sumber penghasil-an yang besar dari pajak bandara laut dan perdagangan. Namun pada 1521 Masehi, ditaklukkan Portugis.

Jejak Kesultanan Samudera Pasai dapat diketahui antara lain dengan ditemukannya uang dirham emas dengan tulisan nama salah satu Sultan yang memerintah kala itu.

Kesultanan Sulu
Pada 1380 M, Karim ul-Makdum seorang ulama keturunan Arab, menyebarkan Islam di Kepulauan Sulu. Dilanjutkan Raja Bagindo dari Minangkabau pada 1390, menyebarkan Islam di wilayah ini. Raja Bagindo telah mengislamkan masyarakat Sulu sampai ke Pulau Sibutu.

Sekitar 1450 M, seorang Arab dari Johor, Sharif ul-Hashim Syed Abu Bakr tiba di Sulu menikahi Paramisuli, putri Raja Bagindo. Setelah Raja tiada, Abu Bakr melanjutkan dakwah di wilayah ini.

Pada 1457, ia memgumumkan berdirinya Kesultanan Sulu dengan gelar Paduka Maulana Mahasari Sharif Sultan Hashim Abu Bakr. Gelar 'Paduka', gelar lokal yang berarti tuan sedangkan Mahasari berarti Yang Dipertuan. Pada 1703, Kesultanan Brunei menghadiahkan Kesultanan Sulu wilayah bagian timur Sabah sebagai balas jasa atas bantuan mereka menumpas pemberontak di Brunei.

Kala itu, Kesultanan Sulu menghadiahkan Pulau Palawan kepada Sultan Qudarat dari Kesultanan Maguindanao sebagai hadiah perkawinan Sultan Qudarat dengan puteri Sulu dan juga sebagai hadiah persekutuan Maguindanao dengan Sulu. Namun kemudian, Sultan Qudarat menyerahkan Palawan kepada Spanyol.

> ABAD KE 14 MASEHI


Kesultanan Malaka
Letak Kesultanan ini berada di Semenanjung Malaka. Islam di Malaka berasal dari Kesultanan Samudera Pasai. Pendiri Kesultan-an Malaka adalah Paramesywara, seorang pangeran dari Sriwijaya. Ia menikahi putri Sultan Samudera Pasai dan masuk Islam. Kesultanan ini mencapai kejayaan di era Sultan Muzaffar Syah, 1445-1459.

Portugis menaklukkan Malaka pada 1511 Masehi. Peninggalan Kesultanan Malaka berupa koin mata uang dari akhir abad ke-15 dan benteng A'Farmosa, sebagai bukti ditaklukkannya Malaka oleh pasukan Portugis.

Kesultanan Brunei Darussalam
Kesultanan Brunei Darussalam adalah kesultanan Islam yang ada di Kalimantan bagian utara. Awal masuknya Islam ke Brunei dibawa oleh saudagar asal Cina pada 977 Masehi. Setelah Raja Awang Alak Betatar masuk Islam, ia merubah kerajaan itu menjadi kesultanan (1406-1408). Kata 'Darussalam' disematkan pada kata 'Brunei' di abad ke-15 untuk menegaskan Islam sebagai agama negara.

Kesultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus perdagangan di wilayah Melayu kala Malaka jatuh ke tangan Portugis. Kesultanan Brunei Darussalam dikuasai Inggris pada 1888 M, dimasa Sultan Hasyim Jalilu Agera-maddin. Namun Inggris memberi kemerdekaan pada tahun 1983 M.

> ABAD KE 15 MASEHI

 
Kesultanan Islam Pattani
Kehadiran Islam di Pattani dimulai dari kedatangan mubalig dari Pasai Syekh Said, yang berhasil menyem-buhkan Raja Pattani bernama Phaya Tu Nakpa yang sedang sakit parah. Phaya Tu Nakpa (1486-1530 M) yang beragama Budha kemudian masuk Islam dan bergelar Sultan Ismail Syah.

Kesultanan Pattani mengalami kemajuan pesat setelah menjalin hubungan dagang dengan Malaka, dan menjadi pusat perdagangan dan bandar laut, terutama bagi pedagang dari Cina dan India. Kejayaan Pattani berakhir setelah dikalahkan Kerajaan Siam dari
Bangkok. Peninggalan Pattani berupa nisan kubur yang disebut
Batu Aceh sebagai simbol hubung-an dekat dengan Samudera Pasai.

Kesultanan Ternate
Kesultanan Islam terbesar Maluku berada di Ternate. Islam di daerah ini disebarkan oleh para ulama dan pedagang dari Pulau Jawa. Islam jadi agama kerajaan di era Sultan Zainal Abidin.

Kesultanan Ternate menjadi salah satu pusat penyebaran Islam dibagian timur Nusantara, mencapai kejayaannya di era pemerintahan Sultan Babullah. Dalam perdagang-an. Masa Kesultanan Ternate berakhir setelah ditaklukkan oleh VOC pada 1660. Peninggalannya, diantaranya Benteng Portugis dan istana di Ternate, Maluku Utara.

> ABAD KE 16 MASEHI

Kesultanan Aceh Darussalam
Kesultanan Aceh adalah kerajaan Islam yang berada di bagian utara Sumatera. Didirikan pada 1541 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Kesultanan Aceh menggantikan peran Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, terutama dalam perdagangan dan pelayaran yang telah dikuasai oleh Portugis.

Kejayaan Kesultanan Aceh terjadi di era Sultan Iskandar Muda, yang akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada 1912 M. Peninggalan sejarah Kesultanan Aceh antara lain Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh dan Cakra Donya, yaitu lonceng hadiah dari kaisar Cina.

Kesultanan Demak (1500 – 1550 Masehi)
Di Jawa, berdiri Kesultanan Demak,kesultanan Islam dipimpin Raden Fatah, bupati Majapahit di Bintoro. Mencapai puncak kejayaan saat di- pimpin oleh Sultan Trengono. Kesultanan Demak telah berhasil melebarkan kekuasaannya sampai ke luar Jawa, seperti Kesultanan Banjar, Kerajaan Kotawaringin, dan Kesultanan Kutai di Kalimantan. Namun terjadi kemunduran di era Sunan Prawoto karena beberapa wilayah terjadi pemberontakan.

Peninggalan Kesultanan Demak yang populer adalah Masjid Agung Demak. Ciri khas masjid ini adalah bangunannya ditopang empat tiang atau saka guru yang dibangun empat orang sunan dari sembilan wali (Wali Songo), yaitu Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga.

Kesultanan Cirebon
Kerajaan Islam pertama di Jawa Barat, adalah Kesultanan Cirebon yang didirikan pada 1450 M, oleh Pangeran Walangsungsang. Tokoh yang berperan menjadikan Cirebon sebagai Kesultanan Islam adalah Syarif Hidayatullah.

Sepeninggalan Panembahan Girilaya 1650-1662M, Kesultanan Cirebon diwarisi kedua anaknya, terbagi menjadi dua Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Kanoman. Meski tak memiliki kekuasaan administratif, Kesultanan ini tetap bertahan hingga kini.

Kesultanan Banjar
Kesultanan Islam ini terletak di bagian selatan Kalimantan. Pada awalnya bernama Daha, sebuah kerajaan Hindu yang kemudian menjadi kesultanan Islam.

Berdiri pada 1595 M dengan raja pertama Sultan Suriansyah. Islam masuk ke wilayah Banjar pada 1470 Masehi, bersamaan dengan melemahnya Majapahit di Jawa. Penyebaran Islam secara meluas dilakukan oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama yang menjadi Mufti Besar Kalimantan. Pada 1857-1859, Kesultanan ini mengalami kemunduran dengan munculnya pergolakan menentang pengangkatan Pangeran Tamjidillah sebagai sultan oleh Belanda.

Pada 1859-1905, terjadi Perang Banjar yang dipimpin Pangeran Antasari (1809-1862) melawan Belanda, yang akhirnya Belanda menghapuskan Kesultanan Banjar pada 1860. Peninggalan sejarah Kesultanan Banjar dapat dilihat dari bangunan masjid di Desa Kuin, Banjar Barat (Banjarmasin) yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Tamjidillah.

Kesultanan Banten
Ini adalah kesultanan terbesar di Jawa Barat. Kesultanan Banten didirikan Sunan Gunung Jati pada tahun 1524 Masehi. Pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin, Islam telah mengalami perkembangan pesat. Ditandai dengan berdirinya masjid dan pesantren.

Kesultanan Banten mencapai masa keemasannya di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1651 1683. Namun, mengalami kemunduran setelah terjadi perang melawan Belanda. Peninggalannya berupa Masjid Agung Banten, Menara Banten, Benteng Speelwijk, dan bekas Keraton Surosowan.

Kesultanan Buton
Kesultanan Buton adalah kerajaan Islam yang berada di Pulau Buton, Sulawesi tenggara. Kerajaan Buton menjadi kesultanan setelah Halu Oleo, raja ke-6, memeluk Islam. Penyebaran Islam secara meluas oleh syekh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman al-Patani, seorang ulama dari Kesultanan Johor. Peninggalan sejarah Kesultanan Buton berupa Benteng Kraton dan Batupoaro, yaitu batu tempat mengasingkan diri bagi Syekh Abdul Wahid di akhir keberadaannya di Buton.

Kesultanan Goa
Kesultanan Goa terletak di sebelah selatan Pulau Sulawesi. Kerajaan Goa berubah menjadi kesultanan pada akhir abad ke-16, di masa pemerintahan Sultan Alauddin (1593-1639). Di era Sultan Hasanuddin terjadi perang Makassar melawan Belanda, yakni di tahun 1666-1669 M.

Kesultanan Goa dikuasai Belanda setelah dipaksa menyerah dan menandatangani Perjanjian Bongaya. Peninggalan Kesultanan Goa berupa kompleks makam Sultan Goa dan bekas rumah Sultan Goa terakhir di Makassar.

Kesultanan Johor
Kesultanan Johor berdiri setelah Kesultanan Malaka takluk oleh Portugis. Sultan Alauddin Riayat Syah membangun Kesultanan Johor pada sekitar tahun 1530-1536 Masehi.

Kejayaan kesultanan ini terjadi pada masa Sultan Abdul Jalil Riayat Syah II. Kesultanan Johor memperkuat dirinya dengan mengadakan aliansi bersama Kesultanan Riau sehingga disebut Kesultanan Johor-Riau, yang berakhir setelah Raja Haji wafat dan wilayah menjadi kekuasaan Belanda.

Kesultanan Kutai
Kesultanan Kutai berada disekitar Sungai Mahakam, Kalimantan bagian timur. Pada awalnya, Kutai adalah kerajaan yang dipengaruhi ajaran Hindu dan Budha. Islam berkembang di wilayah Kutai di era Aji Raja Mahkota pada 1525-1600 Masehi.

Penyebaran Islam dilakukan oleh seorang mubalig bernama Said Muhammad bin Abdullah bin Abu Bakar al-Warsak. Kesultanan ini mencapai kejayaannya pada masa Aji Sultan Muhammad Salehuddin (1780-1850). Namun, mengalami kemunduran setelah ia meninggal dunia. Peninggalannya berupa makam para sultan yang terletak di Kutai Lama, dekat Anggana.

Kesultanan Pajang Kesultanan Islam pertama dipedalaman Jawa adalah Kesultan-an Pajang, yang didirikan oleh Joko Tingkir pada 1546, setelah Sultan Trenggono (Demak) wafat. Joko Tingkir atau Sultan Adiwijaya membawa Islam dari wilayah pesisir menuju pedalaman Jawa.

Kesultanan ini berlangsung selama 45 tahun, namun ditaklukkan oleh Mataram pada 1618. Peninggalan Kesultanan Pajang berupa makam Pangeran Benowo.

  
Kesultanan Mataram
Kesultanan Mataram berdiri sejak 1582 Masehi, berawal dari wilayah Kesultanan Pajang, hadiah dari Sultan Adiwijaya kepada Kiai Ageng Pamanahan. Sultan I Mataram adalah Panembahan Senopati (1582-1601).


Puncak kekuasaan Kesultanan Mataram terjadi di era Sultan Agung (1613-1645). Selanjutnya melemah sejak terjadi perpecahan wilayah akibat Perjanjian Giyanti serta campur tangan Belanda. Pada akhirnya Kesultanan ini terbagi menjadi empat wilayah yaitu Kesultanan Yogyakarta, Pakualaman, Kasunanan Surakarta, dan Mangkunegara. Peninggalannya antara lain pintu gerbang Masjid Kotagede di Yogyakarta.

Kesultanan Palembang
Pada awalnya, Kesultanan Palembang termasuk dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Demak. Sultan pertama sekaligus pendiri Kesultanan ini adalah Ki Gendeng Suro (1539-1572).Pengetahuan dan keilmuan Islam berkembang pesat dengan hadirnya ulama Arab yang menetap di Palembang.

Kesultanan Palembang menjadi bandar transit dan ekspor lada karena letaknya yang strategis.Belanda kemudian menghapuskan Kesultanan Palembang setelah berhasil mengalahkan Sultan Mahmud Badaruddin. Salah satu peninggalan Palembang adalah Masjid Agung Palembang yang didirikan pada era kepemimpinan Sultan Abdur Rahman.

> ABAD KE 17 MASEHI

Kesultanan Bima Kesultanan Bima adalah kerajaan Islam yang berada di Sumbawa bagian timur. pada 1620 Kerajaan Bima berganti menjadi kesultanan Islam setelah rajanya, La Ka'i, memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Abdul Kahir.

Pada masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin (1640-1682), Kesultanan Bima menjadi pusat penyebaran Islam kedua di timur Nusantara setelah Makassar.Kesultanan ini berakhir pada 1951, ketika Muhammad Salahuddin, sultan terakhir, wafat. Peninggalan Kesultanan Bima antara lain berupa kompleks istana yang dilengkapi dengan pintu lare-lare atau pintu gerbang kesultanan.

> ABAD KE 18 MASEHI

 
Kesultanan Siak Sri Indrapura

Kesultanan Melayu yang didirikan pada 1723 oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, dan penyebaran Islam di Sumatera Timur. Berpusat di Desa Buantan, kemudian pindah ke Siak Sir Indrapura, berada di sekitar 90 km ke timur laut Pekanbaru.

Wilayah kekuasaannya meliputi Siak Asli, Bukit Batu, Merbau, Tebing Tinggi, Bangko, Tanah Putih dan Pulau Bengkalis (Kabupaten Bengkalis); Tapung Kiri dan Tapung Kanan (Kampar); Pekanbaru; dan sekitar-nya. Istana bekas tempat tinggal dan pusat Kesultanan Siak Sri Indrapura sampai sekarang masih berdiri dengan megah di pinggir Sungai Siak dan merupa-kan salah satu objek pariwisata di daerah Riau. ruangan, selimut, tas, maupun pelana kuda.

Ketika kekhalifahan Islam meluaskan pengaruh hingga ke Persia, permadani pun turut memasuki 'wilayah' baru. Karpet-karpet tebal, dengan bulu halus dan corak menarik menjadi penghias utama Seniman masa itu memakai bulu domba, atau unta sebagai bahan utama permadani. Seiring waktu, kapas dan sutra menggantikannya hingga menghasilkan karya yang lebih kreatif dan indah.

Islam dikukuhkan di pusat-pusat kekuasaan di Nusantara melalui jalur perdagangan, perkawinan dengan elit birokrasi dan ekonomi, serta pengajaran kepada masyarakat. Pengaruh Islam telah jauh meluas ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, dan menyatu dengan budaya masyarakat setempat secara damai.

*Dirangkum kembali dari berbagai sumber oleh Erwin E Ananto


Yang Luar Biasa dari Makkah dan Madinah

by
Kala kita mendengar nama kota suci, Makkah dan Madinah, yang muncul dalam pikiran kita biasanya, Ka'bah, Masjidil Haram dan Zam-zam. Tak dapat disangkal, kedua kota ini senantiasa menumbuhkan kerinduan bagi umat muslim di seluruh dunia untuk datang ke Tanah Suci sebagai tamu Allah SWT.

Namun tak hanya itu, kedua kota suci itu juga memiliki kawasan tertentu yang juga menarik bagi para jamaah dan wisatawan. Berikut ini;

Kawasan Lava Berusia Ratusan Juta Tahun

Salah satunya adalah fenomena alam, berupa endapan lava gunung berapi yang usianya mencapai ratusan juta tahun. Kawasan yang merupakan endapan lava yang mengandung alkali balistik (theolitic basalt). Kawasan ini memiliki luas sekitar 180.000 km persegi, dengan usia termuda sekitar 10 juta tahun. Dan rata-rata puncaknya muncul pada 2 juta tahun lalu.


Yang Luar Biasa dari Makkah dan MadinahZona rekahan tersebut terbentuk, juga karena banyaknya gunung berapi di sekitar kawasan itu. Beberapa rekahan lava terbentuk dan tampak indah, mereka diberi nama seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid, dan Harrah Khaybar. Lava-lava bentukan tersebut muncul ke permukaan bumi dari kedalaman sekitar 40 km, melalui zona rekahan sekitar 600 km yang memiliki sebutan ‘Makkah-Madinah-Nufud volcanic line’.

Dari semua lava itu yang paling menarik dan selalu menjadi primadona para pengunjung adalah bentukan lava bernama Harrat Rahat. Harrat Rahat ini memiliki panjang sekitar 310 km, yang membentang dari utara Madinah sampai ke dekat kota Jeddah. 


Endapan Lava Harrah Rahat mengandung sedikitnya 2000 km kubik endapan lava yang membentuk sebanyak 2000-an kerucut kecil yang biasa disebut scoria, dan 200-an kawah bernama maar.

Kawasan Jabal Magnet

Yang unik dari Jabal (gunung) ini adalah, kemampuannya menjadi medan magnet yang mampu menarik beberapa bus atau kendaraan di sekitarnya untuk mendekat. Sekilas jabal ini hampir sama seperti jabal-jabal di Mekkah atau Madinah pada umumnya. Namun ternyata, jabal ini memiliki ke-khas-annya sendiri, karena daya magnetnya yang kuat.


Kawasan Jabal MagnetTarikan magnet dari gunung ini mulai bisa terasa saat bus atau beberapa kendaraan berjalan melintasi jabal ini. Laju bus atau kendaraan, baik berpenumpang maupun tidak, terasa lebih melambat walaupun jalanan tersebut tidak menanjak. Selain terasa berat, suara bus atau kendaraan tersebut juga akan terdengar menderu-deru kesulitan, sehingga membuat sopir menjadi sedikit harus bekerja keras.

Jabal Magnet yang tampak biasa saja dan kelihatan gersang ini, oleh pemerintah Arab Saudi akan dibangun bandara udara. Namun saat pembangunan akan dimulai, beberapa alat berat atau kendaraan pembawa bahan bangunan di sekitarnya mengalami kesulitan seperti bus atau kendaraan yang biasanya berlalu lalang di area tersebut. Akhirnya diketahui, keunikan dari jabal ini, maka rencana pembangunan kawasan bandara pun dibatalkan.

Ada semacam area khusus yang dibatasi dengan garis putih di dekat Jabal Magnet ini. Jika kendaraan atau bus melintasi daerah ini di dalam garis putih, maka bus atau kendaraan tersebut akan mengalami tarikan oleh medan magnet dari gunung ini. Namun jika bus atau kendaran melaju di luar garis putihnya, maka lajunya akan kembali kencang seperti biasa.

Jabal Rahmah

Disebut sebagai Gunung Kasih Sayang atau Jabal Rahmah, adalah karena gunung ini konon merupakan tempat bertemunya Adam AS dan Hawa, istrinya. Walaupun bukan menjadi tempat rangkaian dari ibadah haji atau umrah, namun Jabal Rahmah tak pernah sepi dari kunjungan para jamaah, atau bahkan wisatawan asing maupun domestik yang memang hanya ingin berkunjung saja.


Jabal RahmahJabal Rahmah memiliki tinggi sekitar 70 m saja, dan bisa didaki oleh pengunjung dengan melewati sekitar 160 anak tangga. Dari dasar Jabal sampai ke tugu Adam-Hawa bisa didaki dalam waktu sekitar 15 menitan saja. Di puncak Jabal ada tugu bernama Adam-Hawa yang konon di situlah tempat bertemunya nenek moyang manusia tersebut.

Jabal Rahmah juga menjadi tempat bersejarah bagi umat Islam. Tempat tersebut adalah tempat di mana Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu terakhir dari Allah, yaitu QS. Al-Maidah ayat 3. Sekaligus wahyu terakhir tersebut menjadi penyempurna dari agama Islam.

Itulah 3 hal menarik yang sayang sekali untuk dilewatkan jika kita berkunjung ke kota Mekkah dan Madinah. Baik dalam rangka menjalankan ibadah haji atau umrah atau sekedar berkunjung untuk berwisata. Hal-hal tersebut menunjukkan betapa Allah Maha Kaya, dengan segala ciptaanNya yang ada di langit dan bumi.


jumrahonline | jumrah.com

Saat Mata 'Tersihir' Masjid Nasir Al Mulk

by
Saat Mata 'Tersihir' Masjid Nasir Al Mulk
Masjid Nasr Ul Mulk menjadi salah satu masjid di dunia dengan keindahan interior yang membuat takjub setiap mata memandang.

Masjid besar dan megah ini yang terletak di Shiraz, Iran ini dibangun sekitar tahun 1876-1888 oleh salah satu bangsawan 
Dinasti Qajar, Mirza Hasan Ali Nasir al Mulk.



Meskipun sudah berumur kurang lebih dua abad, namun di balik eksterior tradisonalnya tersembunyi rahasia keindahaan yang menakjubkan.

Berjalan di dalam masjid layaknya seperti berada di sebuah koleidoskop penuh warna. Setiap hari, saat mentari pagi menyinari melalui kaca jendela warna warni, ruangan dalam masjid seakan berubah seperti dunia fantasi kaya warna, pola, dan cahaya yang bermain di permukaan lantai masjid.



Fitur elemen lainnya pun tak kalah memukau seperti desain arsitektur, ornamen pada dinding dan pilar, pola-pola ubin pada lantai, serta kubah masjid yang sungguh spektakuler.





Bersujud di Masjid Nasir Al Mulk pun akan semakin khusyuk dengan adanya karpet empuk nan tebal yang melapisi hampir seluruh lantai masjid. Warnanya yang juga beragam menambah kesan meriah di masjid.

Masjid indah ini dirancang oleh Muhammad Hasan-e-Memar dan Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi, dan menjadi kebanggaan masyarakat di Iran.

jumrahonline | jumrah.com

Masjid Raya Cordoba Saksi Kejayaan Islam di Eropa

by
Masjid Cordoba menjadi simbol keemasan Islam pada masa pemerintahan Khalifah Bani Umayyah yang bernama Abdurrahman III. Masjid yang dibangun antara 784 hingga 786 masehi, dulunya sebuah katedral bernama Visigoth St Vincent. Namun di masa Bani Ummayah akhirnya bangunan ini diubah menjadi masjid dan juga simbol kejayaan Islam menaklukkan tanah Eropa.

Di masa pemerintahan Al-Hakam II masjid diperbesar dan dibangun mihrab. Sedangkan perombakan terakhir dilakukan pada masa al-Mansur Ibn Abi Aamir tahun 987 dengan membangun penghubung dengan istana.

Masjid Agung Cordoba menjadi pusat keislaman di Andalusia selama tiga abad. Cordoba yang menjadi pusat pemerintahan Islam di Spanyol juga turut menjadikan Masjid yang pernah bernama Al Jami ini menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan aktivitas warga.

Masjid kembali berubah menjadi katedral pada masa penaklukan tentara Kristen pada abad ke-16. Bagian tengah masjid berubah menjadi altar utama dan tempat paduan suara. Masjid itu berubah menjadi katedral Katolik dan indahnya suara adzan pun berubah menjadi bunyi lonceng gereja.

Tetapi pahatan kaligrafi ayat-ayat Alquran pada dinding mihrab masih dipertahankan. Meski berubah menjadi katedral, UNESCO pada 15 Desember 1994 menetapkan Masjid Cordoba sebagai salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting di dunia. (Simak selengkapnya)


Rencana Penghapusan Jejak Masjid Cordoba Dikecam
Kendati sudah ditetapkan menjadi salah satu bangunan bersejarah dunia, perselisihan muslim dan kristen di kota itu panas surut. Kebanyakan konflik dimulai dari tidak puasnya muslim yang hendak mengunjungi bangunan itu untuk mengenal perkembangan sejarah Islam.

Seperti yang terjadi pada 21 Februari lalu, upaya Gereja Katolik untuk mengontrol bangunan seutuhnya diprotes masyarakat setempat. Mereka menilai bangunan itu merupakan simbol budaya antara agama sehingga tak patut dibatasi untuk minoritas muslim setempat.

"Masjid Agung Cordoba adalah simbol global dari pertemuan budaya dan hari ini lebih dari sebelumnya dunia membutuhkan simbol seperti ini,” kata seorang profesor hukum perdata di Universitas Cordoba Antonio Manuel Rodrguez kepada Times Irlandia, dikutip OnIslam, Selasa (15/7/2014).

Perdebatan sengit meletus setelah diketahui bahwa keuskupan agung lokal dalam proses mendaftarkan dirinya sebagai pemilik seluruh bangunan. Padahal jelas-jelas bangunan itu adalah milik umum.

Tindakan itu dicibir masyarat setempat, bahkan banyak masyarakat yang percaya upaya yang dilakukan oleh otoritas Crdoba Katolik untuk mengurangi identitas Islam dalam monumen itu. 


Sebagian besar masyarakat Spanyol mengkritik keras rencana penghapusan simbol-simbol kebesaran masa lalu Islam di dalam Masjid Jami' Cordoba. Pemerintah lokal Andalusia Selatan memprotes rencana gereja Katholik menghilangkan sisa- sisa kebesaran Islam di masjid kuno yang kini menjadi gereja di Cordoba.

Warga Muslim dan non-Muslim mengecam Gereja Katolik di Spanyol karena berupaya memprivatisasi masjid itu, yang secara hukum diakui sebagai fasilitas umum. Bangunan kuno itu merupakan bukti kebesaran arsitektur Islam dan menjadi obyek wisata ziarah di Spanyol.

Departemen pariwisata lokal mengatakan bahwa rencana otoritas gereja menguasai kompleks 'Masjid Katedral Cordoba' dengan mengubah namanya menjadi 'Katedral Cordoba' telah mencederai dunia pariwisata dan membingungkan jutaan turis yang setiap tahun mengunjungi masjid itu.

Namun pejabat Katedral telah membantah perubahan nama. Di situs mereka disebutkan Masjid-Katedral secara resmi telah menyandang nama Katedral Santa Maria di Cordoba sejak abad ke-13. Tepat setelah masjid itu menjadi gereja.

Imperium Islam Andalusia Pengawal Renaisans di Eropa

by
Imperium Islam Andalusia Pengawal Renaisans di Eropa
Sebelum memasuki Spanyol (Andalusia), kekuatan Islam telah lebih dulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari dinasti Bani Umayah. Penguasaan sepenuh-nya atas Afrika Utara itu terjadi di jaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu.

Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu'man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukkan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di beberapa kawasan pegunungan.

Penaklukan wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu provinsi Khalifah Bani Umayah berproses selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa al-Walid).

Islam pertama kali masuk ke Andalusia pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Sebelum datangnya Islam, negeri ini dikenal dengan nama Iberia atau Asbania. Kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalus. Dalam bahasa Arab, kata "Al-Andalus" diartikan sebagai "menjadi hijau saat akhir musim panas." (Baca selengkapnya di Jumrah.com)

Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan

by
Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
Penyebaran Islam pada Abad pertengahan lebih terfokus pada tiga kerajaan besar yaitu : Kerajaan Turki Usmani, Kerajaan Safawi, dan kerajaan Mughal.

 
Kerajaan Turki Usmani
Usmani adalah sebuah kesultanan yang berpusat di Istambul, Turki. Kerajaan Usmani merupakan salahsatu dari tiga kerajaan besar islam pada masa pertengahan, selain syafawi dan Mughal.

Dinasty Usmani didirikan oleh Usman, putra Ertogol dari kabilah Oghuz di daerah mongol. Mereka datang ke Turki untuk meminta perlindungan kepada penguasa Bani Saljuk dari serangan orang-orang Mongol. Mereka juga membantu Sultan Alauddin II berperang melawan Byzantium. Usman lalu percaya menjadikan panglima perang Dinasty Saljuk, menggantikan ayahnya. Setelah Sultan Alauddin wafat, Usman mengambil alih kekuasaan, sejak itulah berdiri Kerajaan Usmani.

Usman mengumumkan dirinya sebagai "Padisyah Al-Usman" (Raja keluarga Usman). Wilayah kerajaan Usmani semakin meluas dengan menaklukan beberapa wilayah, seperti Azmir (1327 M), Tharasyanli (1330 M), Iskandar (1338 M), Ankara (1354M), dan Gallipoli (1356 M).

Kerajaan Usmani mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad al-fatih. Pada masa ini pula dapat mengalahkan wilayah Bizantium dan menaklukan konstantinopel (1453 M).

Puncak peradaban Dinasty Usmani tidak dapat dilepaskan dari hasil penaklukan konstantinopel. Sebagai ibu kota, disitulah berkembang peradaban Dinasty Usmani yang merupakan perpaduan dari berbagai macam peradaban. Dynasty usmani banyak mengambil ajaran etika dan politik dari bangsa Persia.

Dalam bidang kemiliteran dan pemerintahan Dinasty Usman dipengaruhi oleh Bizantium.

Namun, jauh sebelum mereka berasimilasi dengan bangsa-bangsa tersebut, sejak pertama mereka masuk Islam, bangsa arab telah menuntun mereka dalam bidang agama, prinsip-prinsip kemasyarakatan dan hukum. Oleh karena itu, huruf dijadikan huruf resmi kerajaan.

Pada masa ini terjadi beragam kemajuan dalam berbagai bidang, antara lain :

Bidang Pemerintahan dan Militer
Raja-raja dinasti Usmani bergelar sultan dan khalifah seklaigus. Sultan menguasai kekuasaan duniawi, khalifah berkuasa di bidang agama/spiritual. Dalam menjalankan roda pemerintahannya, sultan/khalifah dibantu seorang Mufti atau yang dikenal dengan Syaikhul Islam yang mewakili Sultan/Khalifah dalam melaksanakan wewenang agamanya dan shadrul A’azam yang mewakili kepala Negara.

Masa ini telah memiliki system pemerintahan yang baik. Kekuatan militernyapun dapat diandalkan. Perubahan mendasar yang dilakukan oleh Orkhan adalah dalam menata militer telah mampu mendongkrak kekuatan militer menjadi mesin perang yang andal. Pada masa ini muncul kelompok elite militer yang disebut Janissary atau Inkisyariyah yang merupakan kekuatan penghancur dan penakluk negeri-negeri nonmuslim.

Bidang pengetahuan dan Budaya

Syair merupakan ekspresi utama kesenian raja. Syair istana didasarkan pada aruz. Aruz adalah sebuah irama persajakan dari irama syair Aram, yang secara tegas ditekankan pada peristilahan Arab dan Persia. Beberapa bentuk kesenian yang utama adalah kesenian yang sebelumnya telah dikembangkan dalam syair-syair istana Persia, seperti Qasida, gazal, Masnawi dan Ruba’i.

Dalam rentangan abad keenam belas, ambisi Usmani diekspresikan dalam komposisi berbagai sejarah dunia. Karya Mustafa ‘Ali (1541 – 1599 M, kunh al-Akhbar memuat catatan sejarah dunia dari adam sampai yesus, sejarah Islam diakhiri dengan sejarah usmani. Pada Abad ketujuh belas, saat itu sejarawan dipekerjakan untuk mencatat peristiwa-peritiwa sehari-hari di Istana.

Bidang pendidikan
Dinasty Usmani melakukan pengorganisasian pada system pendidikan madrasah yang tersebar luas. Madrasah usmani pertama didirikan di Iznik pada Tahun 1331 M. sejumlah ulama didatangkan dari Iran dan Mesir untuk mengembangkan pengajaran Muslim dibeberapa territorial yang baru.
Beberapa sultan masa belakangan juga mendirikan perguruan Bursa, Edirne dan Istambul.

Pada akhir abad ke-15 beberapa perguruan ini disusun dalam sebuah hierarki yang menetukan jenjang karir bagi promosi-promosi ulama-ulama besar.

Bidang Agama
Kerajaan Turki Usmani mempunyai beberapa peranan yang sangat stategis dan penting sehingga dalam masalah pemerintahanpun diperlukan fatwa dan mufti. Tanpa adanya fatwa, hukum dalam bidang keagamaan dan kerajaan tidak berjalan. Pada masa ini muncul dua aliran tarekat yaitu : Bektasyi dan Maulawiyah. Aliran tarekat bertasyi banyak berpengaruh dilimngkungan militer, sedangkan tarekat Maulawiyah banyak berpengaruh di lingkungan pejabat pemerintahan.
.
Kerajaan Safawi (1501–1732 M)


Safawi adalah sebuah kerajaan islam yang pernah berdiri di Persia (Iran sekarang). Kerajaan ini didirikan oleh Syah Ismail I pada Tahun 907 H (1501 M) di Tabriz.

Safawi berasal dari gerkakan tarekat bernama safawiyah yang kemudian berubah menjadi suatu gerakan politik. Gerakan tarekat itu dipimpin oleh Syeck Safiuddin Ishaq dari keturunan Imam Syiah yang ketujuh bernama Musa Al-Kazim.

Gerakan tarekat ini militan, sehingga pada akhirnya memasuki wilayah politik dan pemerintahan.

Kerajaan Safawi mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Syah Abbas I (1588–1629 M). Pada masa ini kerajaan safawi bukan hanya mampu meredam konflik internal di dalam negeri dan merebut wilayah yang melepaskan diri, tetapi juga mampu melebarkan wilayahnya sampai ke Tabriz, sirwan dan kepulauan harmuz, bahkan melebar ke pelabuhan Bandar Abbas.

Untuk mewujudkan stabilitas politik, syah Abbas I berusaha melepaskan diri dari ketergantungan terhadap dukungan kekuatan militer Qizilbasy. Sebagai gantinya, ia membentuk kekuatan militer yang terdiri atas budak kaukasus dan Georgia. Strategi ini telah menunjukkan hasilnya sehingga pada tahun 1598 M mengusir kekuatan Uzbek di Khirazan.

Kemajuan pada masa pemerintahan Safawi

Bidang Pemerintahan dan politik

Secara administratif, struktur organisasi pemerintahan kerajaan safawi dibagi secara horizontal dan vertical. Secara horizontal, pembagian tersebut didasarkan pada garis kesukuan atau kedaerahan. Sedangkan secara vertical mencakup dua jenis, yaitu istana (dargah) dan sekretariat Negara (diwan).

Aktivitas penyelenggaraan Negara dipercayakan kepada para Amir (yang terdiri atas kepala suku) tingkat atas wazir (menteri) yang tergabung dalam suatu dewan (jangi). Disamping itu ada lembaga lain yang tercakup dalam dewan tersebut (Majelis Nivis) yang terdiri atas sejarawan istana, secretariat pribadi syah, dan kepala Intelijen.

Bidang Ekonomi

Untuk kepentingan bidang ekonomi Syah Abbas I melakukan pemusatan system pertanian, yaitu dengan upaya memperbanyak pengalihan tanah Negara menjadi tanah raja.

Situasi dalam negeri yang terkendali membuat masyarakat safawi menjadi tenang dan giat berusaha, sehingga pertumbuhan ekonominya semakin baik.
Dengan adanya pelabuhan Bandae Abbas, perdagangan semakin maju. Selain itu, safawi juga mengalami kemajuan dalam bidang pertanian, terutama di daerah bulan sabit yang subur.

Bidang Ilmu Pengetahuan
Untuk lebih memperlancar sosialisasi dan memapankan ajaran syiah, syah Abbas I mendirikan lembaga pendidikan syiah, yaitu sekolah teologi. Perolehan Negara dari sektor pertanian yang terus bertambah telah memungkinkan syah Abbas I mampu membangun dan membiayai penerapan system pendidikan syiah.

Pada masa ini juga banyak melahirkan ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu sehingga dapat menambah kahsanah ilmu pengetahuan, misalnya Bahauddin Muhammad bin Husain al-Amili al-Jubai, Muhammad Baqir Astaradi, sadruddin Muhammad bin Ibrahim syirazi (Mulla shadra). Dan Muhhamad Baqir majilsi

Bidang Pembangunan dan seni

Banyak dibangun gedung-gedung yang megah dan indah, baik itu bangunan kantor, masjid, rumah sakit, maupun jembatan raksasa, dengan gaya arsitektur yang indah. Dalam bidang seni misalnya terlihat dalam kegiatan kerajinan tangan, keramik, karpet dan seni lukis

Kerajaan Mughal India (1526M–1858 M)

Kerajaan Mughal di India didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482 -1530 M). secara geneologis khan (pihak ibu). Ekspansinya ke India dimulai dengan menundukkan penguasa setempat yaitu Ibrahim Lodi dengan bantuan alam Khan dan gubernur Lahore. Tahun 1525 M ia berhasil  menguasai Punjab dan meneruskannya ke Delhi tahun 1526 M. sejak itu Babur dapat menguasai India dan mendirikan dinasti mughal yang beribu kota di Delhi.

Babur berkuasa selama 30 tahun, dan setelah wafat ia digantikan dengan putranya yang bernama Humayun  selama 9 tahun. Pada masa ini kondisi tidak aman dengan banyaknya muncul pemeberontakan. Hingga akhirnya dia meninggal dunia dan digantika anaknya yang masih berusia 14 tahun, yaitu Akbar. Karena ia masih muda, pemerintahan diserahkan urusannya kepada Bairam Khan.

Pada awal pemerintahannya terjadi berbagai pergolakan dalam negeri, namun semua itu dapat diatasi termasuk penyerangan dari berbagai Negara yang ingin melepaskan diri. Ketika akbar sudah dewasa, dia memperluas ekspansi untuk menaklukan daerah lainnya dan berhasil mengausai daerah chundar, ghond, orisa dan Asingah. Selama pemerintahannya, kerajaan Mughal telah banyak memberikan konstribusi yang cukup besar bagi abad pertengahan antara lain :

Bidang Politik dan Militer
Sistem yang sangat menonjol pada saat itu adalah politik sulh e-kul atau toleransi universal. System ini sangat tepat, sebab mayoritas masyarakat india beragama hindu, sedangkan pemerintahan Mughal beragama Islam. Disisi lain terdapat juga rasa tau etnis di India. Lembaga yang merupakan produk dari system ini adalah Din-I-llahi dan Mansabdhari.

Dibidang Militer, pasukan Mughal dikenal sebagai pasukan yang kuat, mereka terdiri atas pasukan gajah, berkuda dan meriam. Wilayahnya dibagi dalam system distrik-distrik. Setiap distrik dikepalai oleh Sipar Salar dan sub distrik dikepalai oleh Faudjar. Dengan system pasukan Mughal berhasil menaklukan daerah-daerah sekitarnya.

Bidang Ekonomi
Dengan memajukan pertanian, terutama untuk tanaman padi, kacang, tebu rempah-rempah, tembakau dan kapas. Pemerintah membentuk lembaga khusus untuk mengatur masalah pertanian. Wilayah terkecil disebut dengan deh, dan beberapa deh tergabung dalam bergana (kawedanan). Setiap komunitas petani dipimpin oleh mukaddam. Melalui mukaddam, pemerintah berhubungan dengan petani.

Selain pertanian pemerintah juga memajukan industri tenun. Hasil industry ini banyak di eksport keluar negeri seperti Eropa, Arabia, Asia Tenggara dll. Pada masa Jahangir (penguasa Mughal keempat), banyak investor asing yang diizinkan menanam investasinya, seperti mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surath.

Bidang seni dan Arsitektur
Karya seni dan arsitektur Mugal sangat terkenal dan bisa dinikmati hingga saat ini. Ciri yang menonjol dari arsitektur mughal adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi warna-warni. Bangunan yang menunjukkan cirri antara lain : benteng merah, istana-istana, makam kerajaan, dan yang paling mengagumkan adalah taj mahal di Aghra.

Istana ini dibangun oleh Syah Jehan (penguasa Mughal V) khusus untuk istrinya Noor Mahal yang cantik jelita. Bangunan lain yang bermotif sama adalah Masjid raya Delhi yang berlapis marmer dan sebuah Istana di Lahore. Dalam bidang sastra banyak juga karya sastra yang menonjol. Seperti : banyak karya sastra yang digubah dari bahasa Persia ke bahasa India.

Pada masa Akbar (penguasa Mughal III) berkembang bahasa Urdu, yang merupakan perpaduan dari berbagai bahasa yang ada di India dan Pakistan hingga sekarang. Sastrawan Mughal yang terkenal itu adalah Malik Muhammad Jayashi dengan karya monumentalnya Padmavat, sebuah karya Alegoris yang mengandung kebajikan jiwa manusia. Sastrawan lain adalah Abu Fadhl yang juga sejarawan. Karyanya berjudul Akbar nama dan Ain e-Akbari, yang mengupas sejarah Mughal berdasarkan figure pemimpinnya.


Bidang Ilmu pengetahuan
Banyak ilmuwan itu yang datang ke India untuk menuntut ilmu pengetahuan, bahkan istana Mughal itu menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Hal ini didukung oleh penguasa dan bangsawan serta ulama Aurangzeb (Penguasa Mughal keenan) Mislanya : memberikan sejumlah uang dan tanah dalam jumlah yang besar untuk membangun pusat pendidikan di Lucknow.

Pada tiap-tiap masjid memiliki lembaga tingkat dasar yang dikelola oleh seorang guru agama. Pada masa Syah Jehan didirikan sebuah perguruan tinggi di Delhi. Jumlah ini semakin bertambah ketika pemerintahan dipegang oleh Aurangzeb. Dibidang ilmu agama berhasil dikodifikasikan hukum Islam yang dikenal dengan sebutan fatwa I- alamgri.

A. Kemunduran Dinasti Bani Abbasiyah
Pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung cukup lama mulai dari tahun (132 H s/d 656 H) atau (750 - 1258 M), mengalami kemunduran dan kehancuran pada 1258 M, akibat serangan brutal yang dilakukan oleh tentara Hulagu Khan. Adapun faktor –faktor penyebab kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Abbasiyah adalah :

I. Disintegrasi Politik
Disintegrasi politik sudah terjadi sejak Dinasti Bani Umayyah dan kerajaan – kerajaan islam lainnya. Pada Dinasti Bani Umayyah puncak disintegrasi terjadi ketika para khalifah tidak lagi memiliki kekuatan politik untuk menekan gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh lawan poitik yang tidak menyukai kepemimpinan para khalifah tersebut.

Diakhir kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah para khalifahnya tidak memiliki kekuatan dan hanya sebagai symbol kekuasaan saja. Mereka menjadi boneka para penguasa yang menguasai roda pemerintahan saat itu, seperti ; penguasa Dinasti Bani Buwaihiyah. Bani Saljuk dan para perwira tinggi Turki lainnya. Banyak daerah yang mencoba melepaskan diri dari pusat kekuasaan di Baghdad. Disintegrasi politik muncul dalam beberapa bentuk:

a. Pemberontakan
Sebagian pemberontakan itu dapat diatasi, sehingga tidak menimbulkan kegoncangan social politik dan ekonomi, sebagian lagi tidak dapat diatasi seperti :

Pemberontakan Kaum Zanj

Ini berasal dari kelompok Syi’ah. Mereka tidak dapat menikmati hasil perjuangan yang telah dilakukan bersama Abul Abbas dan Bani Abbas. Mereka disingkirkan dan tidak lagi diajak bermain didalam prosespengembangan kekuasaan. Mereka kecewa dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah Bani Abbas. 


Akhirnya mereka membentuk oposisi (perlawanan) untuk memusuhi para penguasa dan pendukung kekuasaan Bani Abbas.
Pemberontakan ini terjadi pada tahun 869 M. Diakhir masa pemerintahan Al-Mu’taz dibawah pimpinan Ali bin Muhammad dan berakhir pada tahun 893 M pada masa pemerintahan khalifih Al-Muwaffaq.

Gerakan Kelompok Qaramithah

Gerakan ini dilakukan untuk menentang kekuasaan khalifah Al-Mu’tamid (256-279 H/870-892M). pimpinannya adalah Hamdan Qarmath dari golongan Syi’ah Ismailiyah. Pada tahun 899 M kaum Qaramithah berhasil mendirikan sebuah wilayah merdeka di teluk Persi kemudian dijadikan sebagai basis kegiatan mereka untuk menentang kekuasaan Bani Abbas.


Sekitar tahun 902 M pemberontakan yang dipimpin oleh Abul Fawaris berhasil memasuki wilayah Syiria dan Palestina. Akhirnya terhenti ketika ingin melakukan penjarahan ke wilayah Kufah. Abul Fawaris, pimpinan pemberontakan ini berhasil ditawan dan kemudian dihukum mati.

Gerakan Kelompok Assasins

Kelompok Assasins ini dapat dikategorikan sebagai kelompok separatis atau sempalan yang melanjutkan tujuan dari gerakan Qaramithah. Kelompok ini secara ideologis berakhiran Syi’ah sama seperti gerakan Qaramithah. Gerakan ini dipimpin oleh Hasan bin sabah (w.1124 M ). Basis gerakan kelompok ini berada dikota Alamut, suatu tempat yang terletak disebelah selatan laut Kaspia.

Kelompok ini melancarkan gerakan karena mereka kecewa dengan jalannya pemerintahan Baghdad karena tampuk pemerintahan sudah tidak lagi dipegang oleh orang –orang yang layak menjadi pemimpin. Pemerintahan tidak berjalan dengan baik, mereka tidak lagi berpegang pada prinsip-prinsip pemerintahan yang benar. Pemborosan keuangan Negara oleh para pembesar negeri menyebabkan perekonomian umat islam merosot tajam.

Selain itu mereka juga kecewa karena kelompok Syi’ah tidak dilibatkan dalam pemerintahan. Gerakan ini tidak segan-segan melakukan kekerasan. Seringkali dilakukan dengan menghabisi nyawa lawan politiknya. Yang menjadi sasaran mereka adalah perdana menteri Nidzamul Muluk, kepala pemerintahan Bani Saljuk yang menguasai Baghdad:

Perebutan Kekuasaan

Sejak masa awal pemerintahan dinasti Abbasiyah, terlihat ada indikasi adanya perbutan kekuasaan didalam keluarga khalifah. Diantara penyebabnya adalah kurang tegasnya para khalifah dalam menentukan putra mahkota.

1) Kedudukan khalifah yang lemah
Wibawa khalifah Bani Abbas memudar sejak masa Al-Watsiq dan sesudahnya. Tidak ada seorangpun diantara mereka yang mempunyai kemampuan cukup untuk memimpin kerajaan.

Munculnya kerajaan-kerajaan kecil di timur dan di barat Baghdad. Luasnya wilayah Islam pada masa Abbasiyah menyebabkan pemerintah tidak dapat melakukan kontrol dengan baik terhadap wilayah-wilayah tersebut. Peluang ini dimanfaatkan oleh penguasa daerah yang jauh dari pusat untuk melepaskan diri dan menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

2) Krisis ekonomi

Pergolakan dan pemberontakan yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan banyak pendapatan Negara yang terhambat masuk. Terhambatnya pemasukan kas negara dari berbagai pajak ini disebabkan banyak kelompok yang enggan membayar. Selain itu krisis ekonomi juga disebabkan oleh membengkaknya jumlah pengeluaran negara yang dipergunakan untuk kepentingan kelompok istana.

3) Ketergantungan pada tentara bayaran
Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah sifat ketergantungan yang sangat tinggi kepada tentara bayaran. Sebagai konsekuensi dari pengangkatan tentara pribadi dan professional, para khalifah harus memberi gaji atau bayaran yang sesuai dengan jabatan dan pekerjaan yang mereka lakukan.

Keruntuhan dan Kehancuran Dinasti Bani Abbasiyah 

 
Setelah mengalami perjalanan panjang, akhirnya dinasti Bani Abbasiyah mengalami kemunduran. Jatuhnya Kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol, bukan saja mengakhiri khalifah Abbasiyah juga merupakan awal dari kemunduran politik dan kehancuran peradaban Islam. Dengan kekuatan 200.000 personel militer, Hulagu Khan memasuki pintu kota Baghdad pada tahun 656 H (1258 M). Kekuatan itu tidak dapat dibendung oleh khalifah Al-Mu’tashim.

Hancurnya kota Baghdad dan tewasnya Khalifah Al-Musta’shim menghakhiri krkuasaan kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Dinasti ini yang semula sangat kuat secera perlhan melemah dan akhirnya mengalamai masa kehancuran ditangan orang yang tidak memiliki peradaban. Khulagu Khan dan tentaranya melakukan pebantaian secara biadab terhadap umat Islam dan masyarakat kota Baghdad pada umumnya. Masa ini dalam sejarah Islam dikenal dengan zaman keterpurukan umat Islam dan kehancuran peradaban Islam.

Meskipun pada periode ini dikenal dengan masa kemunduran, khususnya peradaban Islam yang dikembangkan oleh Bani Abbas, ternyata dibeberapa wilayah seperti Persia, India dan Turki, terdapat perkembangan perdabaan Islam yang sangan signifikan menjelang abad ke 19 M, perkembangan peradaban Islam dapat dilihat dari berbagai usaha yang dilakukan oleh para penguasa Dinasti Safawiyah di Persia, Dinasti Mughal di India, dan Dinasti Usmaniyah di Turki.

a. Kemunduran Turki Usmani.
Fase kemunduran Turki Usmani secara perlahan semenjak kematian Sulaiman I Al-Qanuni, sehingga Usmani masih mampu bertahan selama ± 3 Abad. Fase kemunduran ini ditandai dengan melemahnya semangat perjuangan prajurit Usmani yang menyebabkan sejumlah sejumlah kekalahan dalam menghadapi sejumlah peperangan. Ekonomi semakin memburuk dan system pemerintahan tidak berjalan semestinya.


Diantara faktor penyebab kemunduran dinasti Turki Usmani adalah sebagai berikut:


- Luasnya wilayah kekuasaan Turki. Tampaknya penguasa Turki hanya menuruti ambisi penaklukan sementara penataan system dan tata pemerintahan terabaikan.
- Pemberontakan Jennisary. Tokoh-tokoh Jennisary terlibat perselisihan dengan pihak penguasa sehingga terjadi beberapa kali pemberontakan.
- Penguasa yang tidak cakap. Generasi penguasa Usmani sesudah Sulaiman Al-Qanuni cenderung lemah semangat perjuangannya.
- Merosotnya perekonomian negara akibat sejumlah peperangan.
- Stagnasui bidang ilmu dan teknologi.
- Tumbuhnya gerakan nasionalisme.

b. Kemunduran Safawi
Sepeninggal Abbas I pada tahun 1628 M, kerajaan Safawiyah mengalami kemunduran yang secara berangsur-angsur dan kemudian hancur. Hal itu tejadi karena sejumlah raja yang berkuasa setelah Abbas I merupakan penguasa yang lemah, sehingga tidak mampu mempertahankan masa kejayaan kerajaan Safawiyah.

Ada beberapa faktor, selain ketidakcakapan sejumlah raja:
a. Konflik militer yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani.
b. Pasukan budak yang dibentuk oleh Abbas I memiliki semangat perjuangan yang tinggi.

c. Kemunduran Mughal di India
Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya kemunduran dan kehancuarn dinasti Mughal di India. Diantaranya adalah konflik internal di kalangan istana, serangan bangsa Hindu, serangan bangsa Persia dan masuknya unsur asing seperti bangsa Inggris yang menguasai sektor ekonomi dengan mendirikan IEC (the East India Company).

Meneladani Perkembangan Islam Periode Pertengahan
 

Sejarah merupakan realitas masa lalu, keseluruhan fakta, atau merupakan peristiwa yang unik dan berlaku hanya sekali dan tidak berulang untuk kedua kalinya, anggap saja masa silam itu “kuburan”.

Peristiwanya mungkin tidak akan terulang kembali, akan tetapi pola-polanya kan tetap mempengaruhi kehidupan kita saai ini. Apa yang kita lakukan saat ini akan selalu terpengaruh oleh kejadian-kejadian yang ada dimasa lalu. Sebagai contoh cara kita bergaul, berbicara, memilih, bahkan belajar juga dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling kita pada masa lalu.

Akan tetapi hal ini bukan menjadikan kita harus terpancang dengan keadaan masa lalu. Sebab, sejarah mempunyai dua sisi mata pedang yang harus diperhatikan. Satu sisi dia bisa menjadi alat yang ampuh untuk membela diri, artinya dengan melihat sejarah gemilang di masa lalu akan memacu kita untuk menjalani hidup lebih baik. Akan tetapi disisi lain, dia juga bisa melukai diri sendiri. Sebab, dengan mengenang sejarah gemilang kita akan terjerumus pada romantisme empiris tanpa bisa berbuat apapun.

Kejayaan Islam masa lalu bukanlah sebuah album foto yang hanya selesai dengan mengenangnya. Akan tetapi, kejayaan Islam masa lalu adalah cambuk penyemangat agar kita terpacu dan mampu untuk mendudukkan Islam sedabagi agama pembaru yang menbawa kemaslahatan bagi semua pihak, seperti yang terjadi masa lalu.

Pada pembahasan di atas, kalian telah melihat berbagai macam perkembangan yang terjadi pada masa pertengahan, khususnya pada tiga kerajaan besar. Setiap kerajaan tersebut memiliki karakter yang menjadikannya besar dan mampu mengembangkan Islam secara proporsional. Melihat hal tersebut, apa yang bisa diambil untuk dijadikan pelajaran saat ini? Apakah pembahasan diatas hanya sekedar informasi tanpa aksi?

Dari pembahasan di atas, kita bisa mengambil ibrah manfaat yang akan diterapkan untuk kehidupan saat ini.

Semangat yang dimiliki oleh tiga kerajaan tersebut patut ditiru. Walaupun dengan kekuatan seadanya, mereka tetap ingin mengembangkan Islam walau hanya di daerahnya masing-masing generasi Islam, kita  harus mempunyai semangat yang sama dengan mereka, Apapun kondisinya, semangat untuk menegakkan panji-panji Islam harus tetap dilakukan. Hal ini lakukan pada kehidupan sehari-hari dengan melakukan kewajiban kita sebagai seorang muslim yang taat.

Kekuasaan yang diberikan bukan dijadikan alat untuk menguasai asset-aset masyarakat. Sebaliknya, masyarakat merasakan ketenangan dan kemakmuran pada masa-masa pemerintahan mereka.

Mengembangkan Islam bukan hanya dalam ibadah ritual belaka. Kita bisa lihat perkembangan ilmu pengetahuan yang dicapai oleh tiga kerajaan besar pada masa pertengahan.

Mengembangkan ilmu pengetahuan adalah salah satu cara kita menghargai diri sendiri sebagai seorang muslim dan juga menambah keyakinan kita akan kebenaran Islam. Ilmu pengetahuan adalah rahasia yang diberikan ioleh Allah kepada umat-Nya agar manusia berfikir. Keteguhan fakir dan kesungguhan doa adalah modal utama untuk mengembangkan pengetahuan dengan landasan keimanan.

Semangat persatuan dan kesatuan
yang dibina oleh tiga kerajaan besar (Usmani, Safawi dan Mughal) dapat membangun kerajaan pada zamannya perlu dibanggakan.

Semangat persatuan dan kesatuan ini perlu kita contoh untuk mengatasi kemelu kebangsaaan saat ini. Di tengah berbagai macam isu disintegrasi dan kasus SARA yang terus terjadi, persatuan dan kesatuan bangsa merupakan jawaban untuk semua permasalahan tersebut.

Semangat kerja keras dan pantang menyerah yang dilakukan oleh rakyat dan pemimpin pada masa pertengahan telah membuahkan hasil yang gemilang dengan berdirinya tiga kerajaan besar.

Hal ini mengajarkan kepada kita, jika ingin berhasil dalam mencapai cita-cita harus bekerja keras dan pantang menyerah.

Kreativitas dan ketekunan yang dimiliki para ilmuwan pada masa pertengahan telah melahirkan berbagai ilmu pengetahuan dan perkembangan kebudayaan. Untuk saat ini, tantangan yang kalian hadapi sangat berbeda dengan mereka. Akan tetapi, ketekunan dan semangat mereka untuk memajukan peradaban Islam patut dijadikan tauladan.

Kesimpulan
Sebab-sebab kemunduran Islam pada abad pertengahan :

1. Bani Abbasiyah, penyebab kemundurannya ada beberapa faktor :
a. Disintegrasi politik, munculnya beberapa pemberontakan antara lain :
 · Pemberontakan kaum Zanj
 · Gerakan kelompok Qaramithah
 · Gerakan kelompok Assasin

Perebutan kekuasaan dan kedudukan khalifah yang lemah
b. Krisis ekonomi
c. Ketergantungan pada tentara bayaran

2. Meskipun Dinasti Abbasiyah telah hancur,
ternyata masih terdaapat beberapa wilayah yang mengembangkan wilayah Islam yang mengembangkan kekuasaan Islam, diantaranya Dinasti safawi, Dinasti Mughal, dan Dinasti Turki Usmani.

3. Dengan kejayaan Islam merupakan pemacu semangat bagi seluruh umat Islam dalam mencapai kemaslahatan.

jumrahonline
 

Gelombang Islam di Negeri Beruang Merah (Uni Soviet/Rusia)

by
Adalah wilayah yang mempertemukan dua senja, yang tak mengenal cerahnya siang dan tidak dilewati gelapnya malam di Rusia dan daratan Siberia yang dingin Allah Ta'ala telah menghangatkan hati penduduk disana untuk menerima risalah Rasulullah SAW. Daratan Siberia Rusia ini memiliki suhu tertinggi di musim panas minus lima derajat celcius. 

Uni Soviet (sekarang Rusia) merupakan bekas negara yang terdiri atas lima belas republik sosialis yang dibentuk pada tahun 1922 hingga dibubarkan pada penghujung tahun 1991.  

Dari 15 republik tersebut, enam di antaranya memiliki penduduk mayoritas muslim, yaitu Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Terdapat pula masyarakat muslim dalam jumlah besar di wilayah Idel-Ural dan Kaukasus Utara, Federasi Rusia. Masyarakat muslim Tatarstan juga dapat ditemukan dalam jumlah besar di Siberia dan wilayah lainnya.

Cahaya matahari memang tidak menghampiri wilayah ini, namun cahaya Islam menerpa negeri beruang merah ini menembus stepa, hutan, dan pegunungan Rusia sejak 1400 tahun yang lalu.

Pada masa Umar bin Khattab

Jelajah Islam di Rusia berawal pada masa Umar bin Khattab dengan perantara sahabat yang mulia Hudzaifah bin al-Yaman. Hudzaifah yang dikirimkan untuk berdakwah ke Azerbaijan dan Armenia, menyebarkan risalah Islam hingga mencapai wilayah Dailam, Tibristan, dan Afganistan.

Penyebaran ini terus melebar hingga terjadi kontak dengan orang-orang Kaspia. Pada 115 Hijriyah, salah seorang pedakwah Islam di wilayah itu yang bernama Rabi’ bin Maslamah RA berhasil membangun masjid di daerah tersebut. Pembangunan masjid adalah strategi yang jitu untuk memperkokoh keberadaan Islam di wilayah baru ini.

Pada masa Daulah Umayyah

Pada masa pemerintahan Amirul Mukminin Muawiyah bin Abi Sufyan RA, sahabat al-Hakam bin Amr al-Ghifari RA menyeberangi Sungai Jaihun untuk masuk dan menguasai Uzbekistan pada tahun 50 Hijriyah (67 Masehi).

Kemudian di masa selanjutnya ada Said bin Utsman yang menginjakkan kakinya di Samarkan, disusul Musa bin Abdullah bin Khozim menaklukkan negeri Imam Tirmidzi, negeri Tirmidz pada 70 Hijriyah (689 Masehi).

Kemudian Qutaibah bin Muslim menembus negeri-negeri Timur hingga sampai di Cina, Turkistan, Turkmenistan, Tajikistan, dan Kyrgistan.

Dengan kedatangan umat muslim ini, orang-orang pun berbondong-bondong memeluk Islam tanpa paksaan dan tekanan sedikit pun. Dari tanah Arab, Islam pun diterima oleh semua pihak, diterima semua suku dan entik, dan diterima oleh mereka yang miskin maupun kaya.

Masa Daulah Abasiyah

Era baru masuknya Islam di Rusia dipelopori oleh seseorang yang bernama Ahmad bin Fadhlan, salah seorang utusan Daulah Abasiyah. Faktor terbesar yang membuat Islam rata menyebar dari wilayah Cina hingga Laut Kaspia di masa ini adalah faktor penduduk lokal yang telah memeluk Islam.

Anak-anak pribumi (wilayah Asia Tengah) mendakwahi saudara-saudara mereka yang masih menyembah patung dengan perantara perdagangan.Dari sinilah muncul kisah tentang Ahmad bin Fadhlan.

Saat Islam mulai tersebar di kalangan penduduk Asia Timur dan wilayah Balkan, orang-orang Balkan pun mengirim utusan kepada Khalifah Abasiyah, Muqtadir Billah. Mereka mengajukan permintaan pengiriman seorang pedakwah karena keterbatasan pengetahuan tentang syariat Islam disana. Maka, Muqtadir Billah pun mengirim seorang pedakwah Islam, Ahmad bin Fadhlan.

Di wilayah Balkan itu, Ahmad bin Fadhlan tidak pernah merasa lelah mengajarkan Islam. Ia pun mendatangi para penguasa Balkan, dan mengenalkan Islam kepada mereka.

Di antara keberhasilan dakwahnya yang paling signifikan adalah masuknya ajaran Islam ke wilayah Kazan. Ahmad bin Fadhlan juga tidak lupa mencatat perjalan dakwahnya ke negeri-negeri Rusia ini, dan tulisannya dijadikan rujukan utama para sejarawan untuk mempelajari masa-masa tersebut.

Rusia Beralih Memilih Nasrani Karena Khamr Farid Syah Asadullah menceritakan kisah ironis dimana sebagian masyarakat Rusia yang telah menerima Islam beralih memilih Nasrani. Tersebutlah nama pemimpin Rusia kala itu, Vladimir, ia menolak Islam lantaran Islam mengharamkan khamr, padahal khamr merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Rusia.

Mereka mengatakan, bahwa orang Rusia sudah terbiasa dengan khamr, tidak ada kehidupan tanpa khamr. Agama Kristen atau Nasrani dipandang lebih realistis oleh Vladimir yang membolehkan khamr dan itu diikuti oleh rakyatnya.

Di bawah Kekuasaan Tartar Mongolia

Mongolia adalah salah satu bangsa yang memiliki rekam jejak yang kelam dalam sejarah Islam. Namun pada fase pasca Jenghis Khan, keadaan tersebut berubah terutama pada era Barkah bin Jochi bin Jenghis Khan. Ia adalah salah seorang Khan penguasa Mongolia. Berbeda dengan leluhurnya Jenghis Khan yang sangat keras permusuhannya terhadap Islam, Barkah malah memeluk dan mendakwahkan Islam yang dimusuhi oleh sang kakek.

Di antara jasa besar Barkah Khan adalah mengalahkan sepupunya, Hulagu Khan, yang telah menghancurkan Daulah Abasiyah dan membunuh khalifah terakhirnya. Termasuk jasanya juga adalah mengembalikan cahaya

Islam di negeri Rusia. Kekuasaan Mongol yang begitu luas, konon ada yang menyatakan menyentuh wilayah Jerman, yang mencakup wilayah Rusia menjadi angin segar dalam perkembangan penyebaran agama Islam.

Kewibawaan Islam kembali muncul, sampai-sampai wilayah Moskow dan Kiev yang Kristen tunduk dan membayar pajak kepada umat muslim.

Pada tahun 885 Hijriyah (1480 Masehi), Moskow di bawah kekuasaan Ivan III kembali melepaskan diri dari pengaruh Islam. Mereka bergabung dengan Pasukan Salib untuk memerangi Islam dan membantai umat muslim di sana. Selanjutnya umat muslim di Rusia menghadapi masalah yang serius pada masa Tsar Romanov berkuasa. Sebagian dari mereka terusir dan yang lainnya tewas di tangan anak buah Tsar Romanov. Keadaan demikian terus berlanjut di masa Vladimir Lenin.

Pada tahun 1917, pemimpin revolusi komunis, Vladimir Lenin, yang semula menjanjikan perubahan bila ia berkuasa. Namun menjadikan perubahan tersebut fatamorgana bagi muslim Rusia. Penghianatan kepada Islam berlanjut dengan penyiksaan dan penindasan, yang dirasakan juga oleh umat muslim di masa-masa pemerintahan komunis berikutnya.

Upaya-upaya umat Muslim untuk membuat perubahan di Rusia terus berlanjut dari masa ke masa, dengan tantangan yang luar biasa. Tindakan marjinalisasi, represif terhadap umat muslim juga masih terjadi di tahun 1925-1945.

Berbeda pada masa Perang Dunia II, yang justru membawa angin baru bagi umat muslim di Rusia. Saat itu, Stalin mengirimkan 17 orang muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Namun, penindasan terhadap umat muslim muncul kembali pada tahun 1950 sampai dengan berakhirnya masa pemerintahan Gorbacev dan hancurnya Uni Soviet. Pada saat negeri ini berganti nama menjadi Rusia barulah umat muslim mendapatkan hak kewarganeraan dan memeluk Islam.

Umat muslim di Rusia Hari Ini
Saat ini, Islam merupakan agama terbesar di Rusia setelah agama Kristen. Populasi umat muslim di negeri ini, jumlahnya lebih dari 20 juta jiwa. Bahkan, di Moskow kini berdiri tujuh buah masjid besar sebagai simbol Islam di Rusia.

Salah satunya Masjid Katedral, salah satu masjid terbesar di Moskow adalah masjid yang dibangun oleh komunitas suku Tatar yang dibangun sejak tahun 1801. Awalnya daya tampung masjid hanya sekitar 250 jemaah, lalu pada tahun 1904, seorang Tsar Tatar yaitu Tsar Shadiq Yazrin, memperbaiki masjid tersebut.

Setelah Rusia menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi, Masjid Katedral terus dibangun dan dikembangkan. Saat ini masjid itu kini berdiri dengan memiliki enam lantai dan mampu menampung kurang lebih 20.000 jamaah.

Di masa Presiden Vladimir Putin, keadaan umat muslim kian membaik. Banyak umat muslim memiliki peranan penting dalam membawa perbaikan bagi masyarakat Rusia. Umat muslim diperbolehkan membangun sekolah-sekolah yang berbasis agama bahkan membangun universitas berbasis Islam yang didalamnya menggunakan bahasa Arab.

Sejarah Islam memiliki kisah yang panjang di negeri beruang merah. Saat ini, kebangkitan Islam makin meluas, sekolahsekolah, masjid, dan pusat-pusat pendidikan Islam dibangun di beberapa wilayah di negeri ini. Sungguh perjuangan yang sangat berarti bagi eksistensi Islam di muka bumi. 

jumrahonline-erw

Kenikmatan Spiritual dalam Masjid-Masjid Bersejarah

by
Madinah telah menjadi pusat peribadatan umat muslim dunia selain kota Mekah. Kota yang penuh dengan rahmat Allah Ta'ala. Allah menjadikan Madinah sebagai tempat masuk yang benar.

Allah SWT berfirman, "Dan katakanlah (Muhammad), Ya Rabbku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar…” (QS. Al-lsra’: 80).

Allah SWT menjadikan kota Madinah sebagai Tanah Haram sebagaimana ditegaskan melalui sabda Rasulullah, “Madinah itu Tanah Haram dan aman." Kota yang selalu dipenuhi para malaikat, mereka menjaga Madinah dari munculnya wabah dan Dajjal agar tidak masuk ke sana.

Dari kota-kota yang ditaklukan oleh Rasulullah SAW, Madinah ditaklukkan dengan keimanan dan Alquran, sedangkan daerah lain dengan pedang. Setan pun putus asa untuk menjadikan dirinya sebagai makhluk yang disembah di Madinah.

Itulah yang menjadikan seorang umat muslim dipenuhi kenikmatan spiritual ketika berada di Madinah dan melakukan ziarah ke masjid-masjid dan situs-situs bersejarah lainnya.

Masjid-masjid itu menjadi tujuan kunjungan jutaan umat muslim dunia. Setiap masjid memiliki riwayat tersendiri, sebagai saksi betapa besar rahmat yang diberikan oleh Allah Ta' Ala untuk kota ini.

Berikut sekelumit kisah beberapa masjid yang sarat kenikmatan spiritual;


1) Masjid Al-Ghamamah, Masjid Yang Berawan
2) Masjid Quba’, Pahala Shalat Setara Umrah
3) Masjid Al Jum’ah, Dibangun dari Pecahan Bebatuan
4) Masjid Qiblatain, Satu Shalat Dua Kiblat
5) Masjid Sab’ah Khandak


Kota Dipenuhi Berkah
Kota Madinah, tidak seperti Mekkah yang gersang, di Madinah terdapat banyak areal tanah subur dan oase-oase (sumber air) yang dapat ditanami buah dan sayuran.

Kesuburan tanah Madinah tidak akan musnah atau berkurang tetapi akan terus bertambah dan berkembang mengimbangi pertumbuhan dan kebutuhan mu’min dan jama’ah haji yang datang ke Madinah. Ini karena tanah Madinah itu memiliki berkah khusus karena Rasulullah SAW pernah memohon kepada Allah SWT :

"Ya Allah berilah Madinah ini dua kali berkah yang Engkau berikan kepada Makkah". Jadi semua yang ada dan tumbuh di Madinah memiliki nilai keberkahan dua kali yang ada di Makkah. 


Padahal Makkah sendiri sudah demikian besar berkahnya karena Allah telah mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim AS agar Makkah tidak kekurangan dari segala kebutuhan hidup termasuk buah-buahan.
(jumrahonline - erw)
<a href="http://www.bloglovin.com/blog/14509551/?claim=nxrfj5ppxzz">Follow my blog with Bloglovin</a> 

Top Ad 728x90