Top Ad 970x90

Raja Arab Saudi Sediakan Kendaraan Khusus bagi Jemaah Haji yang Terluka

by
Raja Arab Saudi Sediakan Kendaraan Khusus bagi Jemaah Haji yang Terluka
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis menginstruksikan agar jemaah haji yang terluka karena insiden crane terjungkal di Masjidil Haram mendapatkan fasilitas khusus. Fasilitas khusus itu berupa kendaraan khusus agar memudahkan jemaah tetap bisa melaksanakan ibadah haji.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Hamad Al-Dhuwailea yang mendampingi Raja Salman saat mengunjungi para korban di rumah sakit-rumah sakit di Makkah pada hari Sabtu waktu setempat. Demikian dilansir dari Saudi Gazette, Minggu (13/9/2015).


Al-Dhuwailea menyebutkan instruksi Raja Salman yaitu agar kendaraan khusus yang digunakan berasal dari Kementerian Kesehatan. Nantinya kendaraan itu harus disediakan dengan tim medis yang terlatih.

Namun tidak disebutkan secara jelas kendaraan khusus yang dimaksud seperti apa.

Peristiwa crane terjungkal di Masjidil Haram pada Jumat lalu menyebabkan ratusan jemaah meninggal dunia dan luka-luka. Dari jemaah Indonesia sendiri ada 7 orang yang meninggal dunia dan 41 orang luka-luka.

detik.com

Bertambah, Korban WNI Meninggal Akibat Insiden di Mekkah

by
Bertambah, korban WNI meninggal akibat insiden di Mekkah
Jumlah korban meninggal asal Indonesia akibat insiden jatuhnya katrol di Masjidil Haram, Mekah, bertambah menjadi enam orang. Kepastian tersebut dikemukakan Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Sharif Shahab.

“Warga negara Indonesia yang meninggal akibat insiden crane telah mencapai enam orang. Apabila diakumulasikan dengan korban cedera, seluruh korban berjumlah 37 orang,” ujar Sharif kepada wartawan.

Sebelumnya, dua korban meninggal asal Indonesia diketahui berasal dari embarkasi Medan (MES 09) dan embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 03).

Adapun tambahan empat korban meninggal terdiri dari dua orang dari embarkasi Medan, seorang dari embarkasi Padang, dan seorang lainnya dari embarkasi Jakarta-Bekasi.

Penyebab

Untuk meninjau skala kerusakan dan tingkat keselamatan di sekitar Masjidil Haram, Gubernur wilayah Mekah, Pangeran Khalid al-Faisal, memerintahkan digelarnya investigasi.

Namun, Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Suleiman bin Abdullah al-Amr, mengklaim bahwa angin kencang ialah penyebab jatuhnya katrol yang menimpa Masjidil Haram di Mekah sehingga menewaskan sedikitnya 107 orang, pada Jumat (11/09).

Menurutnya, angin saat itu berkecepatan 83 km/jam diikuti hujan deras yang merubuhkan pohon dan rambu-rambu jalan.

Saat diwawancarai stasiun televisi Al-Arabiya, Al-Amr juga membantah laporan yang menyebutkan petir telah menghantam katrol sampai alat itu ambruk.

Angin kencang

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, angin yang bertiup di kawasan Masjidil Haram sebelum katrol ambruk memang amat kencang.

Dave Ariant Yusuf, seorang pembimbing ibadah haji sebuah biro perjalanan asal Indonesia, menyaksikan bagaimana angin menyebabkan plastik, kardus, dan beragam sampah beterbangan hingga mencapai ketinggian lantai enam kamar hotel tempat dia menginap. Hotel itu terletak sekitar 50 meter dari halaman Masjidil Haram.

“Langit menjadi gelap. Tiupan angin sangat kencang dan tiba-tiba jendela kamar hotel bergetar. Hujan lalu turun sangat deras dan bertahan sampai 30 menit. Kemudian mendadak ada bunyi dentuman keras. Belakangan saya tahu bahwa itu adalah bunyi saat crane jatuh,” kata Dave.

Keselamatan

Lepas dari faktor cuaca, Irfan Al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation yang berbasis di Mekah, mengatakan pemerintah Arab Saudi seharusnya memikirkan keselamatan warga dan calon haji mengingat terdapat 15 katrol besar di sekeliling Masjidil Haram.

“Seluruh kawasan (masjid) seperti area konstruksi. Arab Saudi harus memikirkan ulang strategi keselamatan dan kesehatan lantaran ada 800.000 orang di kawasan masjid saat insiden berlangsung,” kata Al-Alawi.

Al-Alawi ialah salah seorang cendekiawan yang lantang mengkritik pembangunan di sekitar kawasan Masjidil Haram. Menurutnya, pembangunan itu menghancurkan jejak-jejak nyata semasa Nabi Muhammad hidup.

Konstruksi tersebut memperluas area di sekitar Masjidil Haram hingga 400.000 meter per segi sehingga bisa menampung 2,2 juta orang sekaligus.

bbcindonesia.com

Daftar Nama Jemaah Haji Indonesia Korban Insiden di Mekkah

by
Kementerian Agama merilis identitas para korban meninggal dunia dan luka-luka akibat jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram pada Jumat sore (11/9) waktu setempat akibat badai kencang yang melanda Mekkah.

Selain nama, Kementerian Agama juga mengungkap nomor paspor dan kloter pada korban.


Saat ini tercatat 33 jemaah asal Indonesia yang jadi korban, dua di antaranya meninggal dunia. Sementar yang lain luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit.


Berikut daftar korban meninggal dunia seperti dikutip dari detikcom:

1. SITI RASTI DARMINI, No. Paspor: B0716645, Kloter: JKS – 023 (Keterangan: Wafat)
2. MASNAULI SIJUADIL HASIBUAN, No. Paspor: B1061545, Kloter: MES – 009 (Wafat)

Berikut daftar korban luka:

3. SUJI SYARBAINI IRONO, No Paspor: B1306321, Kloter: BTH – 014 (dirawat BPHI Makkah)
4. ERNAWATI MUHAMMAD SAAD, No. Paspor A4761751, Kloter: BTH – 001 (dirawat di RSAS)
5. KURSIA NANTING LEMBONG, No. Paspor B0507644, Kloter: BTH – 017 (dirawat di RSAS)
6. NASRIAH BINTI MUHAMMAD ABDURRAHMAN, No Paspor: B1175082, Kloter: BTJ – 001, (dirawat di RSAS)
7. ARDIAN SUKARNO EFFIEN, No. Paspor: B0907275, Kloter: JKG – 007, (dirawat di RSAS)
8. TETI HERAWATI MAD SALEH, No. Paspor: B0941422,  Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
9. APIP SAHRONI ROHMAN, No. Paspor: B0941479, Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
10. EMMIWATY JANAHAR SALEH, No Paspor:  B1354467, Kloter: MES – 008, (dirawat di RSAS)
11. NUR BAIK NASUTION, No. Paspor: B1061239, Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
12. SOPIAH TAIZIR NASUTION, No. Paspor: A6773447,  Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
13. TRI MURTI ALI, No. Paspor:  B0396519, Kloter: PDG – 003, (dirawat di RSAS)
14. ZULFITRI ZAINI HAJI, No. Paspor: A3910753, Kloter: PDG – 003, ( dirawat di RSAS)
15. ZALNIWARTI MUNAF UMMA, No. Paspor: B0393772, Kloter: PDG – 004, (dirawat di RSAS)
16. ALI SABRI SELAMUN, No. Paspor: B0785804, Kloter: PDG – 007, (dirawat di RSAS)
17. UMI DALIJAH AMAT RAIS, No. Paspor B0957604, Kloter: SOC – 024, (dirawat di RSAS)
18. ENDANG KASWINARNI POERWOMARTON, No. Paspor: B1107076, Kloter: SOC – 046, (dirawat di RSAS)
19. DJUMALI JAMARI SETRO WIJOYO, No. Paspor: B1496896, Kloter: SOC – 052, (dirawat di RSAS)
20. MURODI YAHYA KASANI, No. Paspor:  B0754094, Kloter:  SUB – 001, ( dirawat di RSAS)
21. HASAN MANSUR AHMAD, No. Paspor: B0746467, KLoter: SUB – 010, (dirawat di RSAS)
22. SAINTEN SAID TARUB, No. Paspor: B0992684, Kloter:  SUB – 015, (dirawat di RSAS)
23. NURUDDIN BAASITH SUJIYONO, No. Paspor:  B1035292, Kloter: SUB – 021, (dirawat di RSAS)
24. ISNAINY FADJARIJAH ABDUL DJUMALI, No. Paspor: B1052806, Kloter SUB – 021, (dirawat di RSAS)
25. SAHARMI UMAR PASSIRE, No. Paspor: B0590380, Kloter: UPG – 002, (dirawat di RSAS)
26. NORMA LATANG KULASSE, No. Paspor: B1161965, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
27. ROSNALLANG CACO BABA, No. Paspor: B0901348, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
28. HADIAH SYAMSUDDIN SAK, No. Paspor: B1162080, Kloter: UPG – 015, (dirawat di RSAS)
29. MUHAMMAD HARUN ABDUL HAMID, No . Paspor: B1163100, Kloter: UPG – 016, (dirawat di RSAS)
30. FATMAWATI ABDUL JALIL, No. Paspor: B1162645, KLoter: UPG – 018, (dirawat di RSAS)
31. ABDUL JALIL CONCI LETA, No. Paspor:  B1162600, Kloter:  UPG – 018, (dirawat di RSAS)
32. ROSDIANA MUDU TOHENG, No. Paspor: B1162756, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS); dan
33. ERNI SAMPE DOSEN,, No. Paspor: B1162715, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS).


Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membuka layanan telepon dengan nomor 966 543603154 yang bisa dihubungi oleh keluarga jemaah dari Indonesia yang menjadi korban rubuhnya crane di Masjidil Haram.


Jumrah Online

Insiden Mematikan Selama Ibadah Haji di Arab Saudi dalam 25 Tahun

by
Jatuhnya alat berat atau crane yang menghantam Masjidil Haram pada Jumat (11/9) mengejutkan publik dunia. Lebih dari 107 jemaah haji dari berbagai negara tewas akibat insiden ini, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI). Sebanyak 31 WNI lainnya menderita luka berat dan ringan, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.

Insiden mematikan semacam ini bukan kali pertama terjadi menjelang pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Melansir The Guardian, insiden mematikan terjadi di Mina pada 2006, ketika lebih dari 306 jemaah haji tewas terinjak-injak ketika sedang melempar jumroh.

Sehari sebelum ibadah haji dimulai pada tahun 2006, sebuah hostel delapan lantai yang berada di Masjidil Haram runtuh, menewaskan sekitar 73 orang.

Insiden mematikan karena terinjak-injak dan berdesak-desakan ketika prosesi melempar jumroh di Mina juga terjadi pada tahun 2004, menewaskan 244 jemaah haji; pada 2001 menewaskan 35 jemaah haji; pada 1998 menewaskan 180 jemaah haji dan pada 1994 menewaskan 270 jemaah haji.

Insiden lainnya yang pernah menyelimuti ibadah haji terjadi pada 1997, ketika kebakaran terjadi di tenda-tenda haji di Mina. Kobaran api saat itu diperparah dengan cuaca buruk beserta angin kencang, menyebabkan 1.500 jemaah terluka.

Pada 1990, menjadi tahun dengan tragedi terburuk pada saat proses ibadah haji ketika 1.426 jemaah haji tewas akibat terinjak-injak di terowongan pejalan kaki yang penuh sesak menuju Mekkah.

Terkait insiden jatuhnya crane, hingga saat ini sejumlah korban yang terluka masih mendapat perawatan di beberapa rumah sakit yang berada di sekitar Mekkah.

"Sejumlah jemaah yang luka ringan ditangani oleh petugas kesehatan haji Indonesia, sementara korban luka lainnya dirawat di RS Zahir dan RS Al-Nur," kata Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Syailendra Dharmakirtri, kepada CNN Indonesia, Sabtu (11/9).

Syailendra menyatakan bahwa saat ini situasi di Masjidil Haram sudah kembali seperti sedia kala, meskipun sebelumnya sempat ditutup sementara untuk mempermudah evakuasi korban pasca insiden tersebut.

Jumrah Online
 

Kronologi Tragedi Crane di Mekkah

by
Kekhidmatan ibadah Haji tahun 2015 ini sedikit terganggu akibat tragedi robohnya alat berat crane di Masjidil Haram, Mekkah, pada Jumat sore (11/9) waktu setempat, akibat badai dan hujan deras.

Detik-detik jatuhnya crane itu ternyata terekam oleh beberapa jemaah yang sedang berada di sekitar masjid dan diunggah ke media sosial. Alat berat yang jatuh merupakan bagian pembangunan Masjidil Haram yang belum tuntas. 


Diatas adalah infografis dari kronologi jatuhnya crane tersebut.

Crane yang Jatuh Menimpa Dua Lantai Masjidil Haram

by
Crane yang Jatuh Menimpa Dua Lantai Masjidil Haram
Publik dunia dikejutkan dengan insiden jatuhnya alat berat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (11/9), menewaskan setidaknya 107 orang dan melukai ratusan lainnya. Ketika insiden terjadi, alat berat dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton tersebut menimpa dua lantai sekaligus masjid terbesar di dunia itu.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Antonius Nugroho menyebutkan, informasi yang dia terima dari Kepala Cabang Waskita Karya di Jeddah, Nurandono, crane tersebut jatuh berdebum dan menghantam hingga lantai 3 masjid terbesar di dunia itu.

Dalam keterangan itu disebutkan insiden jatuhnya crane diduga disebabkan oleh cuaca ekstrem di Mekkah, dengan angin kencang, turunnya hujan deras selama 17 jam disertai butiran es dan angin yang masih berlangsung hingga salat Maghrib berlangsung.


"Pada saat salat Maghrib, tiba-tiba mobile crane milik kontraktor utama proyek perluasan Masjidil Haram, Saudi Bin Laden Group ambruk mengenai atap Sai hingga tembus dua lantai, sampai lantai 3," kata Antonius ketika dihubungi redaksi, Sabtu (12/9).
 

"Mamoth (merek crane) ambruk di antara 2 tower crane yang berada di atap Sai. Semua karyawan dan pekerja Waskita selamat," kata Nurandono.

Menurut Antonius, crane yang bermerk Mamoth dan berkapasitas 1.300 ton itu merupakan crane terbesar kedua di dunia.

Sementara, Antonius memaparkan bahwa Waskita Karya kini masih terlibat dalam proyek perluasan Masjidil Haram, sebagai subkontraktor penyuplai beton untuk pembuatan kolom dan balok.

Aktivitas fabrikasi pembesian kolom untuk Masjid Haram dikerjakan di workshop berlokasi 10 kilometer dari proyek masjid.

"Sebanyak 60 pekerja dan 6 karyawan khusus untuk masjid semua dinyatakan selamat. Pekerjaan ditempat ambruk sudah selesai dan tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan Waskita," kata Antonius.

Milik keluarga Bin Laden


Antonius menyebutkan, crane yang jatuh adalah milik Saudi Bin Laden Group, perusahaan kontraktor besar yang didirikan oleh ayah Osama Bin Laden, Muhammmed Bin Laden.

Dikutip dari The Telegraph, Saudi Bin Laden Group memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga kerajaan Saudi dan memiliki pengaruh yang cukup besar di Saudi.


Proyek pengembangan Masjidil Haram tersebut bernilai 14 triliun poundsterling dan hanya salah satu dari sejumlah proyek bergengsi perusahaan ini. The Telegraph menyebutkan, terdapat beberapa proyek perluasan yang tengah berlangsung di Kompleks Masjidil Haram seluas 88 acre. Crane tersebut merupakan salah satu dari puluhan yang tersebar di sekitar Masjidil Haram.

Proyek perluasan Masjidil Haram dimulai tahun lalu dengan tujuan agar dapat lebih banyak menampung lebih banyak pengunjung.

Pada Juli lalu, Raja Salman bin Abdulaziz meluncurkan lima proyek baru yang termasuk dalam tahap ketiga perluasan Masjidil haram. Proyek yang diinisiasi oleh almarhum Raja Abdullah ini diperkirakan senilai US$26,6 triliun.

Hingga saat, dua warga negara Indonesia atas nama Iti Rasti Darmini (embarkasi Jawa Barat) dan Masnauli Sijuadil Hasibuan (embarkasi Medan) terkonfirmasi tewas.

Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa diduga terdapat empat WNI lain yang tewas, tetapi belum dapat dikonfirmasi kebenarannya hingga berita ini ditulis.

cnnindonesia.com

Top Ad 728x90